Tak di pungkiri dakwah adalah perintah Allah yang wajib di kerjakan oleh setiap muslim, baik laki – laki maupun perempuan. Kedua perannya sangat penting untuk pembangunan umat, namun perlu diingat bahwa perempuan mempunyai batasan – batasan yang perlu dijaga. Berbeda dengan lelaki yang bisa leluasa menyampaikan ilmunya di depan jama’ah. Padahal peran wanita Muslimah dalam dakwah tidak hanya penting dalam keluarga, tetapi juga dalam masyarakat luas.
Salah satu contohnya di era modern ini, tantangan dan peluang muslimah semakin beragam. Tantangan yang perlu di ingat adalah wanita adalah fitnah bagi siapa saja lelaki yang memandangnya. Jadi, perlu di ingat bahwa muslimah harus menjaga hal – hal tersebut agar tidak keluar batas hingga keluar dari syariat islam. Walaupun banyaknya tantangan yang diberikan tetapi beragam pula peluang bagi wanita untuk berdakwah. Salah satunya dengan berdakwah di media sosial yang sudah banyak dilakukan oleh muslimah saat ini. Dengan caran menyebarkan konten dakwah di beberapa platform atau bisa juga mengadakan webinar serta kajian online. Bahkan tak sedikit pula muslimah yang mengadakan kelas belajar online untuk memperdala ilmu agamanya. Tantangan tersebut membuat mereka semakin berfikir kreatif dan inovatif .
Dalam hal ini, wanita memiliki pengaruh besar dalam aspek kehidupan, terutama dalam Pendidikan anak – anak, penguatan keluarga, dan pergaulan sosial. Tak di pungkiri betapa pentingnya pengaruh ibu dalam Pendidikan anaknya dengan memberikan teladan yang baik. Karena dakwah dengan teladan kadang lebih mengena daripada banyak bicara. Mereka bukan hanya pendukung, tetapi juga pelopor dakwah yang dapat memperkuat nilai-nilai Islam dalam setiap lapisan masyarakat. Di masa Rasulullah sallahu a’laihi wassalam, banyak wanita yang memainkan peran vital dalam dakwah, dan hingga kini peran itu tetap relevan bahkan semakin strategis di era modern.
Teringat dengan ummahatul mukminin Aisyah radiallahu’anha yang dikenal karena kecerdasannya dan perannya dalam menyebarkan ajaran Islam. Banyak hadis yang diriwayatkan olehnya, menjadikannya salah satu tokoh penting dalam dakwah Islam. Aisyah juga sering menjadi rujukan sahabat-sahabat lain dalam hal keilmuan agama. Maka dengan ini perempuan bukanlah sebagai hambata dan batasan ia tidak menyebarkan dakwah serta kebaikan. Ada hadist nabi yang sangat menggugah semangat kita untuk berdakwah yaitu :
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Jangan menunggu sempurna untuk berani melangkah kearah kebaikan. Karena Dunia ini sementara, tapi setiap kebaikan dakwahmu bisa jadi bekal selamanya. Jika satu hati tergerak karena dakwahmu, pahalamu mengalir tanpa putus. Karena Setiap kebaikan yang kau sampaikan adalah investasi akhirat yang tak pernah rugi. Jangan tunggu jadi baik baru berdakwah, berdakwahlah agar kita jadi lebih baik
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Referensi :
https://tafsirweb.com/1242-surat-ali-imran-ayat-110.html https://rumaysho.com/9641-keutamaan-mengajarkan-ilmu.html: Muslimah, jangan tinggalkan duniamu sebelum berdakwah

Leave a Reply