Al-Qur’an dan Malam Lailatul Qadr

Al-Qur’an adalah pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan, yaitu petunjuk untuk membangun akidah yang kokoh, ibadah yang benar, akhlak yang mulia, serta aturan dalam bermuamalah. Sebagai kalam Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Qur’an memberikan arah yang jelas agar manusia bisa hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Allah berfirman:

إِنَّ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ يَهۡدِي لِلَّتِي هِيَ أَقۡوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعۡمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ أَجۡرا كَبِيرا

“Sungguh, Alquran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang mukmin yang mengerjakan kebajikan, bahwa mereka akan mendapat pahala yang besar” (QS. Al-Isra: 9).

Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Al-Quran dalam ayat ini, sebagai kitab-Nya yang mulia diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang merupakan pedoman hidup umat Islam, jalan yang paling jelas dan lurus. Ayat ini juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih akan mendapat pahala yang besar di hari kiamat kelak. Oleh karena itu, jika seorang muslim menghadapi permasalahan seharusnya dikembalikan kepada Al-Qur’an, dengan penjelasan dari hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci yang dibaca, tetapi juga harus dipahami dan direnungi maknanya. Umat Islam juga harus mengamalkan apa yang terkandung dalam Al-Qur’an baik dalam ibadah, etika sosial, maupun dalam sistem hukum dan ekonomi.

Hubungan Al-Qur’an dengan bulan Ramadhan pun semakin menguatkan posisinya sebagai sumber cahaya bagi umat Islam. Ramadhan adalah bulan diturunkannya wahyu pertama kepada Rasulullah ﷺ, sebagaimana firman Allah:

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil)” (QS. Al-Baqarah: 185).

Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam lailatul Qadr, yaitu malam yang penuh keberkahan, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadr” (QS. Al-Qadr: 1).

Jibril mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di setiap malam bulan Ramadan untuk memperdengarkan Al-Qur’an kepada beliau, sebagaimana yang terdapat dalam Shahih Bukhari,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالخَيْرِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ؛ لِأَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ، يَعْرِضُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ.

Dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling dermawan dalam kebaikan, dan beliau semakin dermawan pada bulan Ramadhan. Hal itu karena Jibril biasa menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan hingga bulan itu berakhir. Rasulullah ﷺ memperdengarkan Al-Qur’an kepadanya. Maka, ketika Jibril menemuinya, beliau lebih dermawan dalam kebaikan dibandingkan angin yang berhembus” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan selain beliau mengatakan: “Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan Al-Qur’an secara meneyeluruh dari lauh mahfuz ke baitul izzah di langit dunia, kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama 23 tahun”.

Inilah alasan mengapa Ramadhan menjadi bulan yang begitu istimewa bagi kaum muslimin. Tidak hanya sebagai bulan penuh ibadah, tetapi juga sebagai momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Tradisi tadarus, menghafal, dan mentadabburi ayat-ayatnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suasana Ramadhan. Bahkan, di dalam bulan ini terdapat Lailatul Qadr, malam yang lebih baik dari seribu bulan, yang juga dikaitkan dengan turunnya Al-Qur’an. Oleh karena itu, Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan haus, tetapi juga waktu terbaik untuk memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an,  membacanya, memahami isinya, dan mengamalkannya dalam kehidupan.

Referensi

Al-Qur’an Al-Karim

Shahih Bukhari, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, 1433 H, Dar At-Ta’shil, Kairo.

Shahih Muslim, Abu Al-Husein Muslim bin Al-Hajjaj An-Naisaburi, 1374 H, Dar Ihya’ At-Turats Al-Arabi, Beirut.

Tafsir Al-Quran Al-Azim, Abu Al-Fida’ Ismail bin Umar bin Ismail bin Katsir Ad-Dimasyqi, 1420 H, Dar Thayyibah, Riyadh.

https://quran.com/id diakses pada tanggal 18 Februari 2025


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *